Evaluasi Kinerja dan Rekomendasi Pengembangan Program Studi S2 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Gorontalo

Oleh: Akram La Kilo . 22 November 2025 . 00:14:51

Pada kesempatan evaluasi yang dilakukan oleh asesor eksternal, 14-15 November 2025, berbagai aspek terkait kinerja Program Studi S2 Pendidikan dibahas secara mendalam. Dalam Asesmen Lapangan (AL) tersebut, beberapa rekomendasi pengembangan dan evaluasi dari para asesor disampaikan, baik mengenai visi misi, tata kelola, mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan, maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Gambar 1. Prof Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd. (tengah, dari Universiats Negeri Makassar, Asesor 1) didampngi oleh Prof. Dr. Suyanto, M.Si. (kiri, dari Universitas Negeri Surabaya, Asesor 2) dan Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, M.P. (kanan, Direktur Pascasarjana Unversitas Negeri Gorontalo), Prof. Dr Hasim (Wadir 1), dan Prof. Dr. Weny J.A. Musa, M.Si. (Wadir 2).

Rekomendasi dari Profesor Jusniar

Ke depan, Profesor Jusniar menyarankan untuk meningkatkan kerjasama Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan pihak luar negeri serta membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa asing untuk bergabung dalam program pascasarjana di Universitas Negeri Gorontalo.

Prof. Suyatno Menyampaikan Evaluasi terhadap Kriteria Program Studi S2 Pendidikan

Profesor Suyatno mengungkapkan evaluasi berdasarkan beberapa kriteria penting, sebagai berikut:

  1. Visi dan Misi: Visi dan misi prodi sudah selaras dengan program pascasarjana dan telah diterapkan dalam kegiatan Tridarma. Namun, masih diperlukan upaya lebih intensif dalam mensosialisasikan visi keilmuan agar dampaknya lebih optimal.
  2. Tata Kelola: Tata kelola sudah baik, namun perlu dilakukan peningkatan dokumentasi kerjasama yang lebih aktif serta evaluasi dari mitra kerjasama untuk meningkatkan kualitas kerjasama yang ada.
  3. Mahasiswa: Sosialisasi yang lebih intensif kepada mahasiswa baru diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa baru, sementara pembinaan bagi mahasiswa berprestasi perlu lebih difokuskan. Selain itu, publikasi ilmiah dari mahasiswa perlu dimulai sejak semester pertama.
  4. Dosen dan Tenaga Kependidikan: Sebagian besar dosen sudah berstatus GB, namun masih ada tenaga kependidikan yang belum memiliki sertifikat kompetensi. Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan diharapkan dapat mendukung kinerja lebih optimal.
  5. Keuangan dan Sarana Prasarana: Keuangan PkM, penelitian, dan pendidikan sudah memenuhi standar, sementara sarana dan prasarana sudah sangat baik, menjadi kebanggaan bagi mahasiswa.
  6. Pendidikan: Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sudah mulai diterapkan, namun perlu lebih banyak workshop dan integrasi dengan hasil penelitian dan PKM.
  7. Penelitian: Penelitian perlu lebih difokuskan pada roadmap yang jelas, serta peningkatan jumlah riset yang dilakukan. Pendanaan riset, baik dari dalam maupun luar negeri, juga perlu ditingkatkan.
  8. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM): Perlu ada strategi agar PkM bisa mencapai tingkat nasional dan internasional.
  9. Penjaminan Mutu: Penjaminan mutu perlu ditingkatkan, salah satunya dengan mengadakan audit dan evaluasi secara lebih rutin, minimal setiap enam bulan sekali, untuk memastikan kualitas yang konsisten.

Prof. Mahludin Mengucapkan Terima Kasih

Profesor Mahluddin selaku Direktur Pascasarjana UNG mengapresiasi keterlibatan kedua asesor yang telah memberikan evaluasi sangat detail. Rapat evaluasi ini ditutup pada pukul 15:09 WITA dengan harapan seluruh rekomendasi dapat segera diimplementasikan untuk peningkatan kualitas program pascasarjana.

Agenda