Gorontalo, 10 Oktober 2025 – Dosen dan mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan survei lapangan dalam mata kuliah Energetika dan Kinetika Kimia di Danau Limboto, Gorontalo. Kegiatan ini sejalan dengan visi keilmuan program studi, yaitu mengembangkan pendidikan kimia berbasis Ethno-STEM yang inovatif dan kompetitif, melalui penerapan prinsip Hukum Termodinamika ke Nol dalam dinamika suhu, oksigen, dan hasil tangkapan ikan.

Kegiatan bertujuan memahami hubungan antara keseimbangan termal, dinamika oksigen terlarut (DO), dan fluktuasi hasil tangkapan ikan, dengan memperhatikan pengaruh vegetasi seperti eceng gondok terhadap stabilitas ekosistem. Danau Limboto, sebagai danau tropis dangkal dengan kedalaman rata-rata 2,83 m dan maksimum 4 m, mengalami pencampuran vertikal yang cepat akibat angin, hujan, dan radiasi matahari.
Hasil simulasi profil suhu menunjukkan adanya gradien lemah pada siang hari (31–29 °C pada kedalaman 0–3 m), sedangkan pada malam hari kolom air menjadi hampir homogen ±27,5 °C. Kondisi ini menandakan tercapainya keseimbangan termal antar lapisan air, sesuai Hukum Termodinamika ke Nol, yang memungkinkan ikan bergerak bebas secara vertikal.
Profil oksigen terlarut menunjukkan fluktuasi signifikan: siang hari DO di permukaan mencapai 11 mg/L dan menurun ke 7 mg/L di dasar, sedangkan menjelang subuh DO menurun hingga 5 mg/L di permukaan dan 2 mg/L di dasar. Fenomena ini menjelaskan tingginya hasil tangkapan ikan pada malam hari karena ikan berkonsentrasi di zona atas kolom air yang lebih kaya oksigen.
Survei juga menemukan bahwa pengangkatan eceng gondok secara menyeluruh menyebabkan penurunan drastis hasil tangkapan dari ratusan kilogram menjadi sekitar 5 kg per malam. Analisis menunjukkan bahwa hilangnya vegetasi ini mengurangi stabilitas termal mikro, menurunkan kompleksitas habitat, dan mengganggu rantai makanan alami, sehingga ikan menyebar dan efisiensi tangkapan menurun.
Dosen dan mahasiswa menyimpulkan bahwa keberadaan eceng gondok berperan penting dalam menjaga keseimbangan termal, ketersediaan oksigen, dan distribusi ikan. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi prinsip Hukum Termodinamika ke Nol dengan pengelolaan ekologi perairan, termasuk pengembangan rakit apung ekologi sebagai alternatif habitat alami untuk mendukung keberlanjutan perikanan di Danau Limboto.
Kegiatan survei lapangan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi dasar ilmiah bagi pengelolaan dan rehabilitasi habitat danau tropis dangkal secara berkelanjutan, sejalan dengan misi Ethno-STEM untuk inovasi dan daya saing pendidikan kimia.