Program GELISAH (Galau Melihat Sampah) merupakan inisiatif mahasiswa S2 Pendidikan Kimia, Yeyen, sebagai respons ilmiah terhadap meningkatnya volume dan sebaran sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, khususnya di area pinggiran jalan. Studi menunjukkan bahwa sampah organik yang membusuk di ruang terbuka menghasilkan gas metana, yang bersifat mudah meledak dan berkontribusi terhadap pemanasan global (UNEP, 2019). Selain itu, limbah plastik yang terdegradasi menghasilkan mikroplastik dan senyawa toksik seperti bisfenol-A (BPA), yang dapat mencemari tanah dan perairan, serta masuk ke rantai makanan manusia (Rochman et al., 2015). Sampah yang tidak terkelola juga menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti lalat, tikus, dan nyamuk, yang meningkatkan risiko penularan penyakit seperti demam berdarah, diare, dan leptospirosis (WHO, 2020).
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kepekaan sosial, tetapi juga membangun kesadaran berbasis bukti ilmiah mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Edukasi, pemilahan, dan pengolahan sampah melalui kompos, daur ulang, dan teknologi tepat guna menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Diharapkan, intervensi berbasis sains ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengurangan dampak lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Referensi:UNEP. (2019). Waste Management Outlook for Latin America and the Caribbean.Rochman, C. M., et al. (2015). Policy: Classify plastic waste as hazardous. Nature.WHO. (2020). Health risks of open burning of waste.