Dalam semangat pengabdian dan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Magister (S2) Pendidikan Kimia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tajuk “Diseminasi Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis STEM.” Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Asparaga, Kabupaten Gorontalo, pada tanggal 25 November 2024, dan diinisiasi oleh Wawan Tahir, mahasiswa Program Pascasarjana UNG.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam membekali guru-guru dengan pemahaman dan keterampilan dalam menyusun serta mengimplementasikan modul ajar yang tidak hanya berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), tetapi juga mengakomodasi pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan ini menjadi jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif dalam proses belajar-mengajar.
Kegiatan PkM ini dirancang melalui pendekatan partisipatif, dimulai dari tahap persiapan hingga evaluasi. Dalam sesi pelatihan, guru-guru diberikan pengantar konsep dasar STEM serta diferensiasi pembelajaran, yang kemudian dilanjutkan dengan workshop penyusunan modul ajar. Simulasi pembelajaran juga diselenggarakan untuk memberikan pengalaman nyata dalam mengintegrasikan konsep-konsep STEM ke dalam proses pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan siswa.Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, melainkan juga sebagai ruang reflektif dan transformasional bagi para guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual. Guru-guru terlibat aktif dalam menyusun modul yang sesuai dengan latar belakang dan minat peserta didik, serta mengintegrasikan unsur lokal dalam penerapan STEM.
Sebanyak 21 guru dari berbagai mata pelajaran berhasil menyusun dan mempresentasikan contoh modul ajar berdiferensiasi berbasis STEM. Modul-modul ini memperlihatkan kreativitas, inovasi, dan keberpihakan terhadap keberagaman kemampuan siswa. Para guru menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami konsep-konsep STEM dan bagaimana menerapkannya secara praktis di kelas.
Tak hanya guru, siswa juga mendapat manfaat dari kegiatan ini. Melalui modul yang telah diimplementasikan, siswa menunjukkan peningkatan partisipasi, minat terhadap pelajaran sains dan teknologi, serta kemampuan berpikir kritis yang lebih terasah. Hal ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang kontekstual dan inklusif dapat mendorong perubahan positif di ruang kelas.
Kegiatan ini tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti variasi pemahaman guru terhadap STEM, keterbatasan fasilitas, dan waktu pelaksanaan yang terbatas. Namun, berbagai strategi telah diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut, seperti penggunaan media daring, penyusunan petunjuk teknis modul secara bertahap, dan penguatan jejaring kolaborasi antarguru. Penggunaan alat peraga dari bahan lokal pun menjadi alternatif yang kreatif untuk mengatasi keterbatasan alat eksperimen di sekolah.
Dukungan penuh dari kepala sekolah, tata usaha, serta semangat kolaboratif para guru menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Kepala sekolah memberikan alokasi waktu khusus bagi para guru untuk mengikuti pelatihan, sementara tim administrasi turut mendukung persiapan teknis seperti penyediaan ruangan, proyektor, konsumsi, dan dokumentasi.
Diseminasi modul ajar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pembelajaran yang lebih dinamis dan adaptif di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Gorontalo. Modul-modul yang telah dikembangkan dapat dijadikan sumber belajar berkelanjutan, tidak hanya untuk SMA Negeri 1 Asparaga, tetapi juga untuk sekolah-sekolah lain yang ingin menerapkan pendekatan serupa.
Kegiatan ini mencerminkan bagaimana mahasiswa Pascasarjana UNG tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas jangkauannya untuk menciptakan transformasi pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di Indonesia.
