Pada tanggal 24 Februari 2024, Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Kegiatan ini mengangkat tema “Sumber Energi Berbasis Ethno-STEM” sebagai bagian dari komitmen program studi dalam mendiseminasikan pembelajaran sains yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan Ethno-STEM (Ethnoscience, Science, Technology, Engineering, and Mathematics) mahasiswa pascasarjana membimbing para siswa untuk memahami konsep energi dalam kehidupan sehari-hari melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan lingkungan sekitar mereka.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di ruang kelas dengan pemanfaatan media proyektor, modul pembelajaran, dan diskusi kelompok. Salah satu fokus materi yang disampaikan adalah transformasi berbagai bentuk energi seperti energi kinetik, potensial, mekanik, kimia, panas, dan listrik dengan memberikan contoh nyata dari kehidupan masyarakat Gorontalo, seperti penggunaan arang tempurung kelapa dalam memasak, serta pergerakan perahu nelayan di Laut Tomini. Kegiatan ini juga melibatkan siswa dalam eksperimen sederhana menggunakan miniatur perahu dan simulasi hambatan air serta angin, untuk memperkuat pemahaman konsep fisika yang diajarkan.
Pendekatan yang diterapkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mengintegrasikan proyek berbasis masalah (Problem-Based Learning), di mana siswa diajak merancang solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi energi berdasarkan kombinasi ilmu sains dan nilai-nilai lokal. Mereka mengeksplorasi bagaimana desain perahu tradisional dapat dioptimalkan secara aerodinamis dan hidrodinamis, serta bagaimana teknologi seperti panel surya atau tenaga angin dapat diterapkan dalam konteks lokal. Dalam sesi refleksi, siswa menyampaikan hasil temuan dan solusi mereka melalui presentasi kelompok, menunjukkan keterampilan analisis, kreativitas, dan kemampuan kolaboratif yang baik.
Kegiatan PkM ini menjadi ruang kolaboratif antara mahasiswa pascasarjana dan siswa sekolah menengah dalam membangun literasi sains yang bermakna dan aplikatif. Melalui pendekatan Ethno-STEM, pembelajaran sains tidak hanya menjadi teori yang jauh dari realitas, tetapi hadir sebagai pengetahuan yang hidup dalam tradisi, lingkungan, dan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis budaya lokal di Provinsi Gorontalo.