Prof. Lukman Perkuat Visi Ethno-STEM S2 Pendidikan Kimia UNG Lewat Riset Kolaboratif di Curtin University Australia

Oleh: Akram La Kilo . 24 Oktober 2024 . 13:36:50

Gorontalo, 10 Juni 2025 – Prof. Dr. Lukman Abdul Rauf Laliyo, M.Pd., MM, dosen Program Studi S2 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali menorehkan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan kimia berbasis ethno-STEM. Ia menjadi salah satu akademisi terpilih dari Indonesia yang mengikuti kegiatan internasional Learning Environment Research Group for 12 Academics Indonesia yang diselenggarakan di Curtin University, Perth, Australia Barat, pada 24–30 Oktober 2024.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kesepakatan kerja sama riset antarperguruan tinggi dalam bidang lLearning Environment yang sebelumnya telah dirintis lewat seminar nasional bersama Prof. Rekha Koul, pakar Learning Environment dari Curtin University. Melalui koordinasi awal dengan Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Lukman bersama akademisi lainnya menjalani research camp dan pemetaan riset kolaboratif lintas budaya yang diwadahi oleh School of Education, Faculty of Humanities, Curtin University.

Selaras dengan Visi S2 Pendidikan Kimia UNGKeterlibatan Prof. Lukman dalam riset ini sangat relevan dengan visi keilmuan S2 Pendidikan Kimia UNG, yaitu mengembangkan pendidikan kimia berbasis ethno-STEM yang inovatif dan kompetitif. Melalui pendekatan lingkungan belajar yang sensitif terhadap konteks sosial-budaya, Prof. Lukman menekankan pentingnya pendidikan kimia yang tidak hanya berbasis pada sains murni, tetapi juga pada nilai-nilai kearifan lokal dan pemahaman lintas budaya terutama dalam lingkungan pesisir seperti Teluk Tomini di Gorontalo.

Dalam laporannya kepada Rektor UNG, Prof. Lukman menegaskan bahwa riset learning environment yang mempertimbangkan keberagaman suku, budaya, dan bahasa di Indonesia sangat penting sebagai landasan kebijakan pendidikan yang inklusif dan relevan. Menurutnya, pengabaian terhadap latar belakang lingkungan belajar berpotensi mengikis nilai multikulturalisme dalam pendidikan nasional.

Sebagai tindak lanjut, Prof. Lukman telah meirintis pembentukan Pusat Studi Lingkungan Belajar dan STEM di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG. Pusat studi ini akan menjadi pelopor riset dan pengembangan kurikulum berbasis ethno-STEM yang dirancang khusus untuk sekolah-sekolah pesisir di kawasan Teluk Tomini. Inisiatif ini diharapkan menjadi kontribusi nyata UNG dalam menjawab tantangan pendidikan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), serta meningkatkan posisi strategis UNG sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di kancah nasional dan internasional.

Prof. Lukman menyampaikan apresiasi mendalam kepada Rektor UNG atas dukungan dan fasilitasi kegiatan internasional ini. Ia berharap, semangat kolaborasi global yang dibawa dari Curtin University akan terus menyala dalam pengembangan pendidikan kimia di UNG, sebuah pendidikan yang berpijak pada kearifan lokal, namun berpandangan global.

Agenda